Ada sebuah kaedah yg berbunyi : likulli syai in mif takun ( setiap sesuatu ada kuncinya )
Kalau kita berbicara ttg pendidikan, maka pendidikan itupun ada kuncinya.
Untukengetahui kuncinya, terlebih dahuli harus tahu tujuannya.
Ada 3 tujuan pendidikan :
1.Tujuan awal : adalah ibadah ( wama qalakal jinna wal insa illa liyakbudun - dan tidak kami jadikan jin dan manusia kecuali untuk beribadat kepada Ku ).
Ibadah itu hakekatnya adalah bersyukur.
Jadi tujuan awal pendikan adala bersyukur seperti disebutkan dalam surat Luqman - 14 yaitu : aniskurli wa liwalidaika -- bersyukurlah kepada Ku dan kepada kedua orang tuamu ).
Anak bisa berterima kasih , kalau dikasih yaitu diberikan kasih sayang.
Maka tugas orang tua adalah :1. Memberkan kasih sayang pada anak agar bisa berterima kasih.
2. Menjelaskan pada anak bahwa Alla itu maha kasih, dengan kasihnya Allah telah memberikan nikmatul ijad ( kenikmatan diciptakan ) dan nikmatul injad ( kenikmatan diberikan riski untuk kelanjutan hidup.) Supaya bisa bersukur.
Tentang syukur , Al asfahani berpendapat :
Kufur itu menutup,sedang syukur itu adalah membuka atau menampakkan, yaitu menampakkan nikmat Allah dalam bentuk memberikan sebagian kenikmatan itu kepada orang lain.
Anak yang merasa mendapatkan kasih sayang, dia akan mampu memberikan kasih sayang pada orang lain.
Kasih sayang itu akan memancarkan bufi pekerti yang baik , berupa amal makruf, kesabaran , sikap yg tawadluk, seperti yang diperintahkan oleh guru Luqman dalam surat Luqman yaitu : berbuatlah yg makruf dan mencegah yg munkar, bersabar thd apa yg menimpamu, jangan memalingkan muka dari manusia, jangan barjalan dengan angkuh, sederhanakan dlm berjalan dan lembutkan suaramu .
2. Tujuan antara : memakmurkan bumi .
Dalam surat Hud - 61 : disebutka - hua antsa akum minal ardhi wastakmurukum fiha (Dia telah menciptakan mu dari bumi dan menjadikan mu pemakmurnya ) .
Untuk memakmurkan bumi orang harus pinter dan bener.
Pinter itu harus punya ilmu.
Rasul bersabda : allimu aulaa dakum fainnahum mahluquna lizamanin ghairu zamanikum ( berilah ilmu anakmu,karena mereka itu dijafikan buat menghadapi zaman yg sama sekali lain dari zaman mu ini ).
Orang pinter bisa untuk minteri orang lain, oleh karena itu dia harus bener yaitu harus punya chosyatullah - rasa takut dan taat kepada Allah.
Untuk mencapai chosyatullah orang tua harus :
1. Memberi pelajaran agama supaya mengerti agama.
2 menuntun ibadah supaya dapat merasakan agama.
3. Memberikan kontrol supaya berjalan istiqomah supaya dapat memiliki, yaitu memiliki sifat sifat yg tetap yg disebut charakter yaitu charakter yg bener.
3. Tujuan akhir : kebaikan dunia dan akherat.
Jika tujuan awal dan tujuan antara berjalan dg baik maka tujuan akhir akan tercapai
Anak yg sholat, mampu bekerja dan mampu memberikan kasih sayang pada orang lain,
Secara psichologis dapat dikatakan jiwanya sehat. Dia akan merasakan bahagia karena tidak punya ras iri dan dengki pada orang lain.
Secara sosiologis, dia mampu bertanggung jawab dan mampu menyesuaikan diri pada ketertiban dan kebaikan.
Ini semua adalah usaha, sementara keputusannya ada pada Allah
Pada umumnya orang tua itu sayang pada anaknya, tapi falam kenyataan banyak anak kecewa karena tidak merasa disayangi oleh orang tuanya sehingga menjadi nakal..
Mengapa ?
Untuk menyampaikan kasih sayang itu ada caranya, yang disebut tehnik komunikasi.
Ada beberapa tehnik komunikasi yg harus diperhatikan, yaitu :
1. Qaulan sadidan. ( penyampaian yang benar ).
Perkataan hendaknya sesuai dg perbuatan.
Perkataan ( tauladan ) lebih mengesankan daripada perkataan.
2. Waulan balighan ( penyampaian yg jelas ).
Hendaknya bahasa yang digunakan dapatcdimengerti oleh anak . dan untuk mendapatkan kejelasan perlu adanya dialog.
3. Qaulan maysuran . ( penolakan yg lembut ).
4. Qaulan layyinan. ( ajakan yg lembut ).
5. Qaulan ma' rufan .( penyampaian yang bijaksana ).
Ada 2 macam penyampaian .
a. Penyampaianyang yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan. ( bayi butuh digendong, anak anak butuh ber main, remaja butuh bimbingan , dewasa butuh pekerjaan , sedang manula biyuh di pijat .
b. Penyampaian harus memperhatikan sifat sifat bawaanyang telah didesign Allah misalnya :
Vitalitas, talenta dan temperamen.
Jika kasih sayang itu disampaikan dengan tehnik yang baik, insyaallah, anak dapat merasakan kasih sayang itu, sehingga dia dalam kondisi gembira karenanya dapat menyesuaikan diri pafa ketertiban dan kebaikan.
Lasem, 22 nop 2017.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar