Kamis, 21 Juni 2018

BANGUNAN KELUARGA DALAM ISLAM

Lasem , 21 juni 2018 .
Manusia itu makluk Allah, makluk pribadi sekaligus makluk sosial. Sebagai makluk sosial , manusia butuj masyarakat. Masya
rakat terkecil di dunia adalah keluarga .
Keluarga adalah akar masyarakat desa dan masyarakat negara.
Negara akan tumbuh baik kalau kaluarga dalam negara itu baik.
Keluarga yang baik adalah keluarga mempunyai bangunan yang
kokoh yaitu mempunyai  dasar , fungsi dan tujuan yang baik .
Dasar keluarga .
Dalam agama , dasar keluarga adalah tauhid atau ketuhanan yang maha esa , menurut guru Luqman adalah : tidak mempersekutukan Allah .
Allah berfirman : waid qala  liqmana libnihi wahuwa yaidhuhu
Yaa bunaiya laa tusrik billah  ( dan ingatlah ketika Luqman memberi pelajaran pada anaknya, dia berkata : wahai anakku
janganlah engkau mempersekutukan Allah . ( luqman 13 ) .
Laa tusrik billah , bagi luqman adalah pelajaran dasar yang harus
diajarkan sebelum pelajaran lain .
Apa makna yang terkandung didalamnya .
Tidak mempersekutukan Allah artinya : tidak menyembah kepa
da siapapun kecuali kepada Allah , tidak taat kepada siapapun kecuali kepada Allah atau kebenaranNya.
Orang yang tidak menyembah dan taat kepada siapapun itu ada
lah orang yang merdeka.
Merdeka dalam agama itu tidak sama dengan pengertian merdeka dalam liberalisme . Merdeka dalam liberalisme itu mutlak . Sedang dalam agama tidak ada yang mutlak kecuali Allah.  Jadi merdeka disini adalah tidak menyembah dan tidak taat kepada siapapun kecuali kepada Allah .
2. Fungsi keluarga .
Fungsi keluarga adalah membentuk  kepribadian anggautanya.
Kepribadian dalam agama adalah aqlakul karimah.
Rasul bersabda : innamal buistu liutamimma makarimal aqlak
( sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan aqlak yang baik ).
Pada dasarnya aqlak itu adalah rasa hormat pada aturan.
Anak anak mengerjakan perintah orang tua itu , bisa karena takut, atau ingin dipuji , atau ingin mendapat upah .
Orang munafik pada lahirnya hormat pada rasul  karena takut ,ta
pi batinnya tidak hormat .
Aqlak demikian adalah aqlak tingkat bawah yang disebut Heteronom  yang menggantung pada manusia ( linnas ) atau
ria .
Pada perkembangannya , aqlak itu menjadi Otonom  yang man
fdiri , tidak menggantung kepada siapapun kecuali kepada Allah
Ini biasa disebut iklas.
Dan iklas itu adalah amalan yang dikehendaki oleh Allah.
Allah berfirman : wama umiri illa  liyakbudullah  muhlisinna
lahuddin  ..( padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah
dengan iklas  menaatinya, semata mata karena agama . ( al baiyi
nah  5 ) .
Kenapa Allah menghendaki amalan yang iklas .
Amalan yamg iklas itu msndiri  tidak menggantung . Ada manusi
a atau tidak ada  tetap berjalan amalannya, sehingga amalannya
bisa istiqomah . Amalan yang istiqomah bida membentuk kebia
saa . Dan kebiadaan bisa membentuk sifat . Jika sifat itu menjadi
tetap maka terbentuklah aqlak.
Amal ibadah  itu adalah jalan jika dilakukan dengan istiqomah
maka terbentuklah aqlak .
Itulah sebabnya Allah menghendaki amalan yang iklas , sebab amalan yang iklan bisa membentuk aqlak .
3. Tujuan keluarga .
Seperti pada tujuan hukum , hukum itu punya tujuan awal dan
tujuan akhir . Tujuan awalnya adalah  ketertiban dan keamanan
sedang tujuan akhirnya adalah kesejahteraan dan kedamaian.
Artinya : orang tidak boleh mencari kesejahteraan  dengan ber
jualan dijalan umum karena mengganggu ketertiban dan keamanan sebagai tujuan awal .
Dalam kelurga agama yang menjadi tujuan awal adalah Ibadah
Allah berfirman : wama qolaktul jinna wal insa illa liyakbudun
( tidaklah Aku jadikan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada Ku )  ( asy syariat 56 )
Ibadah adalah jalan , jika jalan itu dikerjakan dengan istiqomah
maka terbentuklah kebaikan lahir dan kebaikan batin ( aqlak ).
Tujuan akhirnya adalah : kebaikan dunia dan akherat.
Allah berfirman : rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah ( ya tuhan kami, berilaj kami kebaikan di dunia dan ke
baikan akherat ( al baqarah 201 ) .
Tujuan akhir tidak dapat dicapai  kecuali melalui tujuan awal.
Mengapa .
Karena firman :  innal ldzina amanu waamilush sholihati  lahum
Jannatun naim . ( sesungguhnya orang yang ber iman dan beramal sholeh, mereka masuk surga naim ).
Tujuan akhir yaitu kebaikan akherat atau surga adalah efek ( ha
sil ) dari tujuan awal yaitu amal sholihat ( amal ibadah ) .  Ini ada
lah rahmat Allah kepada hambanya yang taat padaNya 
Oleh karena itu untuk mencapai kebaikan atau kebahagiaan orang harus ber ibadah kepada Allah .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar